MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Friday, October 12, 2018

PERANAKAN BLUE & WHITE COVERED JAR











GAMCING BIRU PUTIH PERANAKAN
Porselen lukis biru dibawah glasir
Abad 19 s/d awal abad 20, Jingdezhen, Cina
Diameter 18,3 cm tinggi 20 cm
Ada cuil & grepes pada pinggir tutup
Ada hairline pada permukaan glasir (tidak menembus)

1 buah :
Rp 1.500.000,-

Wednesday, October 10, 2018

A GROUP OF PERANAKAN NYONYA WARE CHUPUS / KAT MAU























6 BUAH CUPU / CEPUK PERANAKAN
Porselen lukis polychrome enamel diatas glasir
Abad 19 s/d awal abad 20, Jingdezhen, Provinsi Jiangxi, Cina
Dibuat khusus untuk kalangan Peranakan Cina di Asia Tenggara
# Cupu warna dasar hijau kombinasi pink
   Marking 'Guangxu Nian Zhi' (1875 - 1908)
   Diameter 17,2 cm tinggi 19 cm
   Gilding sudah memudar, kondisi utuh dan baik
# Cupu warna dasar pink kombinasi hijau
   Marking 'Tongzhi Nian Zhi' (1862 -1875)
   Diameter 7 cm tinggi 9 cm
   Gilding sedikit memudar, ada 1 cuil pada bibir wadah bawah
# Cupu warna dasar hijau kombinasi pink
   Marking 'Wangshengshu Zao'
   Diameter 12,7 cm tinggi 15,2 cm
   Ada beberapa cuil pada bagian dalam bibir wadah & tutup
# Cupu warna dasar hijau kombinasi pink
   Marking sudah memudar tak terbaca
   Diameter 12 cm tinggi 14,5 cm
   Ada 1 hairline dan 2 cuil pada wadah dan tutup
# Cupu warna dasar coklat kombinasi pink
   Marking 'Wangshengshu Zao'
   Diameter 10,5 cm tinggi 13 cm
   Masih baik & utuh
# Cupu warna dasar coklat kombinasi pink
   Marking 'Wangshengshu Zao'
   Diameter 10,6 cm tinggi 12,8 cm
   Masih baik & utuh

1 set / 6 buah cupu dengan ukuran bervariasi dari kecil hingga besar yang cukup sulit didapatkan sekaligus. Tingkat kesulitan tertinggi terutama untuk mendapatkan ukuran kecil 7 cm dan besar diameter 17 cm keatas (variasi ukuran cupu berkisar terkecil 4 cm hingga terbesar 19 cm)

Cupu seperti ini mempunyai tingkat pengerjaan yang lebih sulit di bandingkan produk Nyonya Ware lain seperti gamcing misalnya.
Kedua bagian atas bawah membutuhkan presisi tinggi untuk dapat mengatup dengan sempurna.
Maka sudah sejak jaman dahulu cupu adalah benda yang mempunyai value tinggi dikalangan Peranakan Cina.

6 buah cupu :
Zold - Bks

Tuesday, September 25, 2018

JAPANESE CELADON PLANTER #II











1 BUAH POT OVAL CELADON JEPANG
Keramik porselen lukis dibawah glasir
1900 - 1930, Seto, Owari, Jepang
26 cm x 22 cm tinggi 19,7 cm
Benda terpakai yang masih baik & utuh

Seto tercatat sebaga pusat pembakaran keramik tertua di Jepang dan sejak masuknya keramik pertama kali pada masa Dinasty Tang (abad 7) adalah jenis seladon yang berpengaruh besar pada Seto.

Keramik seladon Jepang mempunyai warna khas yang berbeda dari warna seladon Cina. Warna 'hijau kekuningan' seladon Jepang adalah hasil dari usaha yang 'gagal' meniru seladon 'hijau giok' milik Cina. Kelak warna 'gagal' ini akhirnya dikagumi sebagai originalitas yang mempunyai keindahan tersendiri dan terkenal dengan nama seladon 'Kuning Seto' / Ki Seto.

Pada abad 19 hingga awal abad 20, keramik Seto seperti pot, tempat payung dll adalah bagian penting dari keramik eksport Jepang. Menjadi produk eksklusif yang digemari oleh kaum Cina Peranakan di pulau Jawa hingga seluruh Peranakan di Asia Tenggara.

Digemari selain karena produk keramik Jepang pada abad 19 relatif mempunyai kualitas yang lebih superior dari keramik Cina (terutama dari Guangdong) juga karena keramik Seto mempunyai identitas yang identik dengan kaum Peranakan, sama-sama berakar dari tradisi Cina tetapi mempunyai penampilan berbeda dari produk Cina klasik. Diterima sebagai bagian dari gaya hidup & jatidiri baru bagi sebagian Cina Peranakan menengah keatas pada saat itu.
Foto studio wanita Peranakan di Jawa Tengah

Foto Studio Peranakan Cina di Birma, sumber foto : Wikipedia

Ref. dari buku 'Japanese & Oriental Ceramics' karya Hazel H. Gorham, terbitan Charles E. Tuttle Co, 1971. p-115 - 116.

1 buah pot :
Zold - Jakarta

JAPANESE CELADON PLANTER #I










1 BUAH POT OKTAGONAL CELADON JEPANG
Keramik porselen motif timbul
1900 - 1930, Seto, Provinsi Owari, Jepang
Marking huruf Kanji 'Hi ? Do ? ? Sei'
20,7 cm x 20,7 cm tinggi 17,5 cm
Benda terpakai yang masih baik & utuh

Seto tercatat sebaga pusat pembakaran keramik tertua di Jepang dan sejak masuknya keramik pertama kali pada masa Dinasty Tang (abad 7) adalah jenis seladon yang berpengaruh besar pada Seto.

Tipe pot seladon dengan repitisi motif timbul ini sering kali keliru didefinisikan sebagai keramik buatan Cina. Sesungguhnya keramik seladon Jepang mempunyai warna khas yang berbeda dari warna seladon Cina. Warna 'hijau kekuningan' seladon Jepang adalah hasil dari usaha yang 'gagal' meniru seladon 'hijau giok' milik Cina. Kelak warna 'gagal' ini akhirnya dikagumi sebagai originalitas yang mempunyai keindahan tersendiri dan terkenal dengan nama seladon 'Kuning Seto' / Ki Seto.

Selain ahli dalam keramik seladon, wilayah Seto juga menguasai keramik jenis lain seperti biru putih misalnya. Kemampuan ini banyak dituangkan dalam bentuk pot yang sangat variatif bentuknya.

Pada abad 19 hingga awal abad 20, keramik Seto seperti pot, tempat payung dll adalah bagian penting dari keramik eksport Jepang. Menjadi produk eksklusif yang digemari oleh kaum Cina Peranakan di pulau Jawa hingga seluruh Peranakan di Asia Tenggara.

Digemari selain karena produk keramik Jepang pada abad 19 relatif mempunyai kualitas yang lebih superior dari keramik Cina (terutama dari Guangdong) juga karena keramik Seto mempunyai identitas yang identik dengan kaum Peranakan, sama-sama berakar dari tradisi Cina tetapi mempunyai penampilan berbeda dari produk Cina klasik. Diterima sebagai bagian dari gaya hidup & jatidiri baru bagi sebagian Cina Peranakan menengah keatas pada saat itu.
Foto Studio Peranakan di Singapura, foto milik National Archives of Singapore
Terlihat selain backdrop bergaya Eropa, perabot kursi & furniture Eropa atau percampuran dengan Cina, seringkali hadir pot Jepang Seto diantaranya.

Ref. dan gambar variasi pot dari buku 'Japanese & Oriental Ceramics' karya Hazel H. Gorham, terbitan Charles E. Tuttle Co, 1971. p-115 - 116.

1 buah pot :
Zold - Malang