MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Thursday, February 7, 2019

PERANAKAN CHINESE SILVER PLATED TEA CUP












1 BUAH CAWAN TEH PERANAKAN
Logam lapis perak tebal
Akhir abad 19, Cina
Marking 'Sishui Sam Cheong Gongsi ' / 'Pesanan Perusahaan Sam Cheong Surabaya'
5,9 cm x 8 cm, tinggi 5,4 cm
Berat 58 gram
Benda terpakai, relatif masih baik & utuh

Cangkir pesanan perusahaan Sam Cheong Surabaya dari Cina untuk pemasaran kaum Peranakan di pulau Jawa dan sekitarnya.
Benda yang unik dan bermakna bagi catatan Peranakan di Indonesia.
Lapisan peraknya tebal, butuh 3 - 4 kali tes penggosokan pada 1 titik yang sama untuk mencapai lapisan logam dasarnya, bila hanya 1 - 2 kali akan terkecoh mengiranya sebagai perak solid.

Motif cangkir terukir seekor burung puyuh diantara pohon bambu dan sisi lainnya terdapat motif bunga anggrek diantara ilalang liar.
Burung puyuh dikagumi bangsa Cina akan keberanian dan semagat juangnya.
Burung puyuh kombinasi pohon bambu melambangkan kedamaian, kekuatan tersembunyi dan daya tahan.
Bunga anggrek identik sebagai simbol kehalusan budi pekerti & ke-adaban, bunga anggrek diantara ilalang liar mengukuhkannya sebagai superioritas intelektual diantara kebanyakan / umum.

1 buah cangkir :
Rp 500.000,-

NYONYA WARE BOWL & COVER















1 SET MANGKOK & TUTUP NYONYAWARE
Porselen lukis enamel panca warna & gilding emas
# Tutup mangkok : Kakiemon akhir abad 19 / awal 20, Jepang
# Mangkok : akhir abad 19 / awal abad 20, Jingdezhen, Cina
Diameter 12,9 cm, tinggi total 9,5 cm
Benda terpakai yg masih baik & utuh

Walaupun tutup kakiemon bukanlah jodoh asli dari mangkok tetapi masih cukup serasi karena kombinasi warna yg mirip dan sama-sama mempunyai motif burung Phoenix berukuran besar.
Kombinasi didapat sudah seperti ini dari pemilik sebelumnya, hal yang kadang terjadi pada kehidupan dirumah Peranakan ketika perabotan keramik bercampur baur menjadi satu terjadi kombinasi & improfisasi sesuai kebutuhan pemakaian, atau ketika salah satu ada yg berkurang / pecah.

Tutup kakiemon Jepang ini mempunyai dekorasi pengerjaan yang detail, salah satu yang terbaik terutama untuk motif burung Phonix-nya. Begitu pula pada mangkok, motif dibuat dengan tingkat pengerjaan yang tidak kalah baiknya.

Zold - Bekasi

Wednesday, January 16, 2019

CHINESE FAMILLE ROSE TONGZHI TEAPOT
















1 BUAH TEKO FAMILLE ROSE KOMBINASI PERAK
Porselen lukis enamel kombinasi gagang perak kadar baik
Abad 19, Jingdezhen, Cina
Mark 'Tongzhi Nian Zhi' (1862 - 1874)
Diameter 10 cm, lebar 13,3 cm, tinggi 12 cm
Benda terpakai yang masih baik, kemungkinan tali rantai perak pengikat pada ujung tutup sudah tidak ada.

Benda porselen eksport abad 19 ini sejatinya mempunyai tangkai logam yang terbuat dari perunggu / kuningan, tetapi ada sebuah tradisi di Jawa pada waktu itu untuk mengganti tangkai aslinya dengan tangkai perak atau emas.

Tradisi ini biasanya dipraktekkan oleh kalangan Cina Peranakan berpunya dan sebagian bangsawan / priyayi ningrat Jawa. Selain masalah selera estetika, hal ini juga sekaligus menunjukkan posisi / status pemiliknya.
Berikut beberapa contoh teko porselen Cina serupa yang mengalami perubahan tangkai dari kalangan Peranakan Cina & bangsawan Jawa
 Benda sejenis didalam blog ini :TEKO WU SHUANG PU 



Sumber foto 2 teko diatas dari website : Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat

Bentuk teko ini menyerupai buah labu yang mempunyai makna identik seperti labu 'gourd', mentimun dan melon sebagai simbol 'kesuburan' karena termasuk buah yang mempunyai banyak biji / bibit dan tumbuh merambat kemana-mana.
Motif pada teko berupa lukisan wanita & anak-anak yang membawa daun, kipas, bunga lotus dan buah persik / peach, mengesankan suatu keriangan atau festifal perayaan.

1 buah teko :
Zold - Jakarta

Saturday, December 22, 2018

NYONYA WARE CHUPU & WINE CUP













1 BUAH CUPU & CAWAN ARAK PERANAKAN
Porselen lukis pancawarna diatas glasir
Akhir abad 19 - awal abad 20, Jingdezhen, Cina
# Cupu
    Marking 'Chen Yi Tai Zao'
    Diameter 10 cm tinggi 12,5 cm
    Ada 2 cuil pada tutup dan 1 cuil pada wadah bawah
    Ada retak / pecah pada tutup
# Cawan arak
    Marking 'Chen Yi Tai'
    Diameter 5,6 cm tinggi 4,9 cm
    Masih baik & utuh

Marking 'Chen Yi Tai' adalah nama pabrik pembuat / penyalur keramik ini (shop-marks), nama marking yang umumnya hanya di jumpai pada keramik Nyonyaware.

Ke-dua benda ini dapat dikatakan cukup spesial, karena cupu berwarna dasar kuning lebih sulit ditemukan, umumnya mayoritas berwarna dasar hijau atau biru enamel.
Warna kuning sendiri identik sebagai warna pembawa keberuntungan, juga warna keramik eksklusif hanya untuk kalangan Kerajaan / Dinasty saja.
Sebelum runtuhnya kekuasaan Dinasty Qing pada akhir abad 19, melanggar aturan warna ini konsekwensinya adalah hukuman mati, sama seperti melanggar penggunaan simbol Naga bercakar 5.

Cawan arak kecil dengan wujud meninggi juga termasuk benda yang cukup sulit dijumpai, cenderung lebih mudah mendapatkan cawan teh Nyonyaware tentunya.
Kadang cawan ini hadir bersamaan dengan cupu 'penghangat arak' / wine-warmer sebagai bagian kelengkapannya. Cupu 'penghangat arak' sendiri adalah benda spesial dalam strata keramik Nyonyaware disebabkan oleh kelangkaan dan tingkat kesulitan pembuatan.

Ref. cawan & cupu penghangat arak.
Foto dr buku 'Straits Chinese Porcelain' oleh Ho Ming Weng, Times Edition 2004, page 102

Ref. foto dr buku 'Peranakan Chinese Porcelain'
Oleh Kee Ming-Yuet, terbitan Tuttle Publishing, page 201

2 buah keramik :
Zold - Bekasi