MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.
Tuesday, June 3, 2014
CHINESE LACQUER MIRROR BOX
KOTAK RIAS LACQUER LUKIS
1920 - 1930, Cina
Lacquer hitam dan merah / cinnabar / gincu diatas kayu
Ukuran kotak 32 cm x 25 cm x 21 cm
Benda terpakai dengan segala kekurangannya, salah satu tarikan laci, kunci laci dan handel angkat sebelah kiri sudah tidak ada, gambar pada bagian tutup atas hampir hilang semua. Beberapa pasak kuningan diganti dengan paku. Erosi pada bagian dasar kotak
Benda yang di import atau dibawa dari daratan Cina pada awal abad 20 ini lukisan lacquernya jarang yang kondisinya bisa benar - benar mulus, faktor usia dan perbedaan iklim. Yang ini masih agak lumayan, mungkin hanya diletakkan saja jarang dibuka atau dipakai, bagian dalamnya masih baik, tapi ke-dua cermin gelombangnya sudah berjamur.
Kualitas bahan dan pengerjaan kayu pada benda - benda yang di import dari Cina ( ke Asia dan Eropa ) tidaklah sebaik benda kayu / furniture dari Cina Peranakan lokal setempat. Mungkin karena furniture pada kebanyakan Cina Peranakan dibuat berdasarkan pesanan personal, sedangkan yang import lebih bersifat massal dan ekonomis. Sangat terasa perbedaan kualitas bahan kayu dan garapannya.
Kotak - kotak lacquer Cina adalah sebuah tradisi, dibuat sejak jaman dulu hingga sekarang, sama seperti kita masih membuat topeng dan wayang. Perbedaan antara yang dulu dengan yang kontemporer terlihat dari pergeseran cara pembuatannya, kalau dulu hiasan lacquernya dilukis tangan, sekarang cenderung dengan print lekat ( terlihat mirip mainan stiker tato jadul, dikasih air / ludah bisa menempel dikulit ).
Sebuah ciri efiensi yang juga terjadi pada topeng dan wayang kita, sekarang cat-nya bukan cat tulang dan garis sunggingan hitam tidak dikuas lagi, digantikan oleh cat minyak / tembok dan pulpen sejenis rapido.
Kotak rias dengan lukisan tangan ini mempunyai hiasan penutup kuningan lapis yang unik, ketika dalam posisi tertutup, kepingan logamnya membentuk simbol kelelawar untuk keceriaan, dan lambang Yin - Yang untuk harmonisasi serta keseimbangan.
Maka berdandanlah wahai para istri dengan riang gembira, akan beruntunglah suaminya sehingga bahagia dan harmonis rumah tangganya,,,weh.
Zold-Surabaya
STRAITS CHINESE SWEET PEA COVERED JAR re-posting
GAMCING BIRUPUTIH MOTIF BUNGA
Keramik lukis tangan, biru dibawah glasir
Akhir abad 19 atau awal abad 20 ( 1890 - 1910 ), Chaozhou, Cina
Diameter 17 cm, tinggi 17 cm
Benda terpakai, ada beberapa retak rambut / hairline, utuh
Motif bunga sweet pea adalah motif yang identik dengan gamceng Cina Peranakan biru putih. Sweet pea biasanya berwujud satu bunga utama ( peony biasanya ) yang dikelilingi oleh rambatan sulur.
Bagi orang Cina, bunga dan sulurnya melambangkan kelanggengan dan kesuburan karena menjalar tiada putusnya.
Dapat digolongkan secara garis besar dalam 2 tipe pelukisan yang berbeda untuk motif bunga yang sama. Yang pertama lebih banyak ditemui dan populer, garisnya tipis dan mengalir, seperti sambung menyambung memenuhi bidang, rajin ( motif yang sama juga banyak ditemui pada mangkok patiman dan wadah keramik lain ).
Sedangkan yang satu lagi seperti gamcing yang diatas, cara pelukisannya lebih ''ngeblok'' dan ekspresif. Bendanya lebih jarang muncul, jumlahnya mungkin tidak sebanyak motif pertama. Bentuk kilin pada motif pertama juga lebih berdimensi realistik, sedangkan yang ini sedikit lebih global dan simpel. Tetapi keduanya mempunyai usia dan kualitas yang hampir setara.
Dulu, gamcing biru putih masih mudah menemukannya dengan kondisi kilin yang utuh sempurna, sekarang adalah kegembiraan tersendiri kalau bisa mendapatkan si '' mahluk lucu '' itu utuh tampa ''cacat '' dan restorasi.
Gamcing biru putih mungkin tidak semenarik mata dan selangka saudaranya yang warna - warni, tapi dia adalah klasik. Dan hal ini juga membawa keuntungan tersendiri, sangat jarang Gamceng biru putih ada reproduksinya ( tapi sekarang sdh mulai ada ! ), berbeda nasib dengan adiknya, karena sangat populer, sekarang gamcing berwarna reproduksinya ada dimana - mana, dari tingkatan sekedar print sampai full hand-painting.
Gamcing biru putih sampai detik ini masih dapat ditemukan berfungsi sebagai wadah yang sangat berguna bagi pemiliknya. Kadang dijumpai pada toko obat Cina lama di kota - kota besar, dipergunakan untuk menyimpan ramuan / bahan obat, jumlahnya bisa puluhan dengan variasi kedua tipe biru putih tersebut, tertata rapi di atas rak etalase. Mereka sangat protektif terhadap benda ini dari keinginan nafsu serakah orang antik seperti saya untuk memilikinya. Harus kita hargai prinsip mereka, bisa menjaga dan melestarikan apa yang sudah ada dari turun temurun, di area ini nominal tidak ada arti. Jadi malu...dan senang masih punya rasa malu.
Zold-Surabaya
Friday, May 16, 2014
YIXING ZHISHA TEAPOT
TEKO TEH YIXING
1920 - 1930, Yixing, Jiangsu, Cina
Terakota bahan dasar tanah liat Zhisha ( purple sand ), kayu jati dan kawat baja
Marking " yixing zhisha" di pantat teko
Diameter 12,8 cm, tinggi dengan handel 20,5 cm, panjang dengan cucuk 16,5 cm
Kawat pegangan dan tutup bukanlah asli bawaan teko, ada cip di mulut teko, grepes pada penyangga tutup dan retak di sekitar lubang pengait kawat bagian depan
Teko teh Yixing diakui sebagai teko yang mempunyai bahan dasar terbaik di dunia untuk penyajian teh karena karakteristiknya yang istimewa dan unik.
Tanah liat Zhisha sangat istimewa karena beberapa hal, diantaranya adalah tingkat kepadatan / densiti -nya yang tinggi dan struktur komposisinya yang berbeda di banding tanah liat yang lain. Hal ini mennyebabkan teko Yixing dapat mempertahankan panas teh lebih lama dan lebih awet, tingkatannya hampir 3 kali lipat dari teko jenis apapun didunia. Bisa di perbandingkan langsung, sebuah seduhan teh di dalam teko Yixing yang baik akan awet tidak basi selama 2 - 3 hari, berbeda dengan teko jenis lain ( dari keramik, terakota, kaca atau logam ) yang hanya akan bertahan sekitar 1 harian saja. Hanya kalah awet jika dia dibandingkan dengan freezer kulkas.
Walaupun tingkat kepadatannya tinggi, teko Yixing tetap berpori / porous dalam skala tertentu, pori inilah yang bertanggung jawab atas aroma dan citarasa teh yang dibuat didalamnya. Aroma dan intisari teh terserap dan terperangkap didalam struktur molekulnya yang ajaib ( tapi bukan Castron magnetik ).
Penyerapan yang terjadi oleh pemakaian yang bertahun - tahun menyebabkan teko ini dapat menghasilkan aroma, warna dan citarasa teh yang luarbiasa, makanya menjadi pantangan untuk mencuci / menggosok teko Yixing yang telah terpakai.
Ataupun menyeduh jenis teh yang berbeda-beda di sebuah teko Yixing adalah sebuah kesalahan fatal. Akan berantakan aroma dan rasanya, tercampur aduk, karena pori Yixing sangat sensitif, seperti a.b.g, gampang terpengaruh. Satu buah teko Yixing hanya boleh untuk menyajikan satu jenis teh seumur hidupnya.
Begitu populernya teko Yixing dalam tradisi minum teh, hingga ada puja puji untuk si teko, yang mengumpamakan AIR (panas) sebagai IBU untuk si teh, dan teko YIXING sebagai AYAH-nya.
Ataupun anekdot lain, yang padahal adalah kenyataan ; sebuah teko Yixing yang telah dipakai puluhan tahun ketika diseduh dengan air panas saja, walaupun tampa daun teh didalamnya, akan tetap menghasilkan air teh dengan kualitas aroma, warna dan rasa yang sama enaknya.
Teko diatas mempunyai tutup kayu yang tidak dapat menutup sempurna, agak miring dan berongga. Entah sengaja dibuat begitu supaya air dapat mengalir lebih deras dr cucuk teko,atau digantikan secara sembarang dr tempat lainnya, tapi ini adalah bawaan asli pemilik sebelumnya dan telah terpakai puluhan tahun terlihat dari patina dan rekahan-nya.
Pegangan kawat adalah tambahan baru oleh kami, dari kawat baja lama, diberikan sedikit oksidasi buatan pada ujung logam bekas potongan baru, hanya supaya alami.
Teko Yixing campur aduk ini :
Zold-Jogja
Monday, May 12, 2014
STRAITS CHINESE SHOULDER CLOTH EMBROIDERY
KAIN SELENDANG SULAM PERANAKAN
1930an, Sumatra Barat, Indonesia
Benang emas dan benang sutra diatas kain sutra
Ukuran kain 32,5 cm x 136 cm
Ukuran kain berikut rumbai - rumbai 32,5 cm x 185 cm
Benda terpakai dengan kondisi yang masih baik, ada satu bagian kecil yang sudah sobek dan beberapa titik benang yang lepas / kendor.
Penggarapan selendang ini menggunakan tehnik sulam ''Peking Knot'' atau "Forbidden Stitch" yang agak jarang di jumpai pada seni sulaman Peranakan di tanah Jawa ( walaupun ada ), tapi lumayan populer di daerah pesisir Sumatra.
Tehnik "Peking Knot" sendiri termasuk salah satu tehnik sulam yang paling dihargai di Cina daratan, masih dipraktekkan hingga sekarang.
Selendang Cina Peranakan Sumatra terutama daerah Minang ini hanya dipakai para wanita Peranakan dan lokal pada acara khusus / perayaan dan pernikahan. Didalamnya ada motif burung merak, yang melambangkan kehormatan dan keanggunan si pemakainya.
Benda kesenian dan tradisi Cina Peranakan di daerah Sumatra dalam beberapa hal memang sedikit berbeda dengan Peranakan di Jawa, terutama sangat terlihat pada kerajinan benda peraknya.
Termasuk salah satu jenis kain sulam Peranakan yang cukup jarang di jumpai, walaupun bentuknya terlihat sederhana.
Zold-Jakarta
Wednesday, April 2, 2014
PAIR STRAITS CHINESE ALTAR EMBROIDERY re-posting
SEPASANG KAIN SULAMAN TOKWI
Abad 19, Jawa Tengah, Indonesia
Benang sutra, benang emas dan kaca diatas kain sutra
Ukuran masing masing 104 x 52 cm
Kondisi terpakai dengan segala kekurangannya, salah satu ada lubang sobekan
Tokwi adalah salah satu benda khas Cina peranakan, warnanya yang menyala dan cerah sesuai dengan konsep benda-benda yang menjadi ciri kesenangan Cina Peranakan. Hanya dibuat di Indonesia, Malaysia dan daerah Cina Peranakan lainnya. Material kain, benang didapat dari Cina Tiongkok, yang banyak di import pada tahun 1800 sampai 1900an.
Penggunaan kain Tokwi untuk menutup depan meja sembahyang dilakukan untuk acara-acara khusus atau hari raya Imlek adalah ciri peranakan, hal yang tidak terlalu umum (walaupun ada ) untuk Cina daratan. Bentuk potongan kain dan desain biasanya juga berbeda dengan tradisi sulaman Cina daratan, seperti hal berbedanya bentuk dan desain meja sembahyang antara peranakan dengan Cina asli.
Selain Tokwi, keahlian menghias dengan sulaman dari tradisi kuno Cina juga di aplikasikan ke banyak fungsi lainnya oleh Cina Peranakan, seperti sulaman untuk pintu, ranjang dan lain-lain.
Sulaman-sulaman seperti ini adalah langka, karena jumlahnya terbatas hanya diwilayah tertentu dan banyak yang sudah hancur rusak dimakan usia.
Kesadaran akan pentingnya benda ini dalam tradisi Cina Peranakan kini mulai tumbuh, setelah sempat dulu hanya dilirik dengan sebelah mata. Benda sejenis ini kemungkinan akan menjadi 'sangat langka' dalam beberapa tahun kedepan seiring dengan semakin terbukanya pengetahuan akan keistimewaan Cina Peranakan di Indonesia.
Zold-Blora
Subscribe to:
Posts (Atom)
