MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.
Thursday, May 12, 2016
STRAITS CHINESE SILVER WEDDING BED HANGINGS & HOOKS I
SEPASANG SET GANTUNGAN DAN ORNAMENT PERAK RANJANG PENGANTIN I
Terbuat dari perak kadar baik dan beberapa ornament dengan kadar sedikit lebih rendah
1900 - 1930, Jawa, Indonesia
Panjang per-set sekitar 90 cm
Berat total sekitar 580 gram
Kondisi perak sudah dibersihkan, masih sangat baik
Hiasan perak seperti ini adalah salah satu benda koleksi yang mempunyai level sedikit berbeda dibanding umumnya benda perak Peranakan Cina yang lain. Selain kelangkaan juga karena penggunaannya sebagai alat ceremonial dalam tradisi Peranakan Cina. Benda yang berfungsi untuk dekorasi ceremonial praktis jumlahnya lebih sedikit dibanding dengan benda perak fungsional sehari-hari lainnya.
Tradisi Cina yang penuh dengan magna dan simbol menghiasi benda ini, beberapa diantaranya :
- Bunga lotus, simbol yang terletak pada bagian atas yang berbentuk 'tempurung'. Kelopak lotus ini identik dengan simbol Buddha yang melambangkan keharmonisan. Juga pada bagian perak ini dihiasi dengan motif bunga prunus ( plum blossom ), melambangkan kecantikan wanita dan keperawanan
- Bunga lotus mekar penuh dengan 8 kelopak, bentuk simbol dari ajaran Taoism, mempunyai magna mirip-mirip juga dengan simbol lotus Buddha.
- Sepasang ikan, salah satu simbol tertua dalam kebudayaan Cina, sangat identik sebagai lambang perkawinan yang bahagia. Bentuk ke-dua ikan yang saling mengisi membentuk lingkaran sekaligus melambangkan simbol yin & yang, dalam ajaran Taoism adalah kearifan memandang hidup tidak hanya dari satu sisi.
- Kelelawar sebagai simbol kelanggengan, kegembiraan dan keberuntungan.
- Buah delima, bentuk yang terdapat pada pangkal dan semua ujung untaian / ronce. Bentuk ini adalah simbol utama untuk kesuburan dan generasi yang berkelanjutan terus menerus. Atau secara langsung bisa berarti ' semoga banyak anak '.
- Rantai yang ' mungkin' berbentuk 'seperti' ruyi yang saling berhadapan, melambangkan permohonan pengabulan doa-doa.
Entah kenapa hiasan ornament ranjang pengantin ini kadang di gantung sangat rendah dengan alas tempat tidurnya, sehingga sangat mungkin mudah bersinggungan bagi pemakainya. Mungkin,,,hanya mungkin, supaya mempelai laki-laki berlaku hati-hati dan lembut terhadap mempelai wanita pada malam pertamanya, kalau tidak ingin tersangkut dan berisik oleh gemerincing untaian ronce-ronce nya...
Zold - Palembang
Wednesday, May 11, 2016
PERANAKAN SILVER WEDDING BED HANGINGS & HOOKS II
SEPASANG SET GANTUNGAN DAN ORNAMENT PERAK RANJANG PENGANTIN I
Perak kadar baik
1900 - 1930, Jawa, Indonesia
Panjang total per-set sekitar 70cm
Berat sekitar 449 gram
Benda sudah dibersihkan, ada 2 buah ornament kecil seperti 'belimbing' dan 1 buah ujung ronce buah delima yang hilang. Rantai sedikit-sedikit ada kekurangan, tapi semua terpasang baik. Secara keseluruhan masih sangat baik
Zold - Palembang
Friday, May 6, 2016
STRAITS CHINESE SILVER BELT BUCKLE QILIN PATTERN I
SABUK PERANAKAN PERAK MOTIF KILIN I
Perak kadar baik
1910 - 1930an, Jawa, Indonesia
Marking huruf TPH dan 800
Kepala sabuk 11cm x 10cm
Badan sabuk 72,5cm x 7,4cm
Berat total sekitar 272 gram
Benda terpakai yang masih baik, hanya kondisi sudah dibersihkan
Salah satu sabuk peranakan dengan kualitas pengerjaan diatas rata-rata umumnya sabuk sejenis.
Ada satu panel badan sabuk yang mempunyai motif arah menghadap berbeda dengan lainnya, original seperti itu.
Zold - Palembang
PERANAKAN CHINESE SILVER BELT BUCKLE QILIN PATTERN II
SABUK PERANAKAN PERAK MOTIF KILIN II
Perak kadar baik
1930an, Jawa, Indonesia
Kepala sabuk 9cm x 8,2cm
Badan sabuk 73cm x 4,6cm
Berat sekitar 233 gram
Benda terpakai yang masih baik, kondisi di dapat sudah di bersihkan
Salah satu kotak panel pada badan sabuk mempunyai arah motif berlawanan, hal yang sering dijumpai pada sabuk sejenis yang mempunyai 1 motif panel repitisi / pengulangan. Entah panel itu dulunya adalah penambahan karena berubahnya ukuran tubuh pemakai atau ada unsur pemagnaan lain. Atau hanya ketidak sengajaan / keteledoran pengrajin peraknya ? Yang jelas sudah beberapa kali kami menemui hal serupa, dan benda ini masih asli apa adanya.
Zold - Palembang
Subscribe to:
Posts (Atom)