MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Friday, November 25, 2016

PERANAKAN WALL MOUNTED INCENSE STICK BURNER










1 BUAH TEMPAT BAKAR  HIO DUPA DINDING
Prada dan lacquer di atas kayu jati (?)
Awal abad 20, Jawa Tengah, Indonesia
8,3 cm x 4 cm. Tinggi 18 cm
Sebagian besar prada tertumpuk oleh cat lacquer, ada terkelupas lapisan warna sedikit-sedikit. Patina pemakaian sangat baik.

Bentuk botol buah labu atau yang dikenal dengan istilah double gourd mempunyai makna penting dalam tradisi kepercayaan masyarakat Cina.
Benda ini diasosiasikan sebagai simbol yang memberikan berkah dan perlindungan / proteksi terhadap penyakit serta pengaruh roh jahat.

Tempat dupa / hio yang menempel di dinding banyak diletakkan di depan rumah dekat pintu masuk. Ini mengacu pada tradisi sembahyang kaum Cina Peranakan yang selain di altar sembahyang, biasanya juga membakar dupa dan mengucapkan doa di depan pintu rumah.

Bentuk botol gourd cukup bervariatif, yang utamanya selalu terdiri dari dua bagian bulatan yang menyatu menjadi satu.
Bentuk yang mempunyai belahan pada bulatan bawah seperti benda di atas tidak terlalu lazim ditemui, mungkin karena ini dibuat secara sangat personal.
Maka jangan terlalu imajinatif mengamati bentuk tempat dupa ini, Anda akan senyum-senyum sendiri nantinya.

Rp 350.000,- / IDR

Wednesday, November 23, 2016

PERANAKAN COCONUT BOWLS












4 BUAH MANGKOK BATOK KELAPA
Lacquer di atas batok kelapa
Awal abad 20, Jawa Tengah, Indonesia
# Diameter 9 cm, tinggi 6,1 cm
# Diameter 9,3 cm, tinggi 6,3 cm
# Diameter 9,7 cm, tinggi 6,5 cm
# Diameter 10,8 cm, tinggi 6 cm
Ada sedikit-sedikit lecet dan luka pada warna lacquer, pada salah satu sebagian ada yang terkelupas erosi karena usia dan pemakaian, relatif masih baik

Tradisi penggunaan batok kelapa untuk mangkok telah di kenal oleh masyarakat Cina sejak abad 17, malah kemungkinan lebih awal dari itu. Mangkok kelapa dari Cina terutama dari Dinasty Qing biasanya diukir dan bersalut dengan logam perak, menunjukkan intimnya media satu ini dengan ekspresi seni bangsa Cina.

Di pulau Jawa, mangkok seperti ini cenderung disebut mangkok untuk jamu, walau kemungkinan benda ini berfungsi juga untuk wadah arak dalam ceremony / upacara tradisi Cina Peranakan

4 buah mangkok
Zold - Banten

Wednesday, November 16, 2016

YIXING BONSAI POT













1 BUAH POT BONSAI YIXING
Lukis enamel polychrome di atas terakota
Awal abad 20 / 1920an, Yixing, Jiangsu, Cina
Sekitar 9,4 cm x 9,4 cm, tinggi 8,5 cm
Benda terpakai yang masih baik dan utuh

Terakota Yixing tidak hanya menjadi material terbaik untuk pembuatan teko minum teh, juga media terbaik untuk pot tanaman bonsai.
Untuk pemeliharaan tanaman, bahan dengan karakteristik yang unik ini lebih baik dari pada keramik porselen atau stoneware karena mampu menyimpan kelembapan / air dalam tingkatan tertentu, tapi tidak berlebihan seperti penyerapan terakota biasa.

Yixing yang berhiaskan burung dan bunga cenderung banyak digemari oleh kaum Peranakan Cina, warna yang ceria menutupi warna monochrome yang monoton. Semua ini sesuai dengan konsep warna Peranakan yang 'festive' atau meriah.

Yixing berhiaskan enamel pancawarna di rumah Peranakan biasanya berupa perangkat minum teh ( teko, poci dan tempat gula ), pot tanaman bonsai, tempat dupa dan lain lain.
Semua yang ditemukan di rumah Peranakan dapat dipastikan berusia tua yang kebanyakan  di-export dari Cina pada abad 19 hingga awal abad 20.
Benda import yang dibuat kemudian untuk meniru dapat dengan mudah dapat dibedakan dari kualitas dan intensitas enamelnya.

Tradisi melukis enamel pancawarna pada benda terakota Yixing di perkirakan sudah ada sejak Dinasty Qing periode Kangxi (1622 - 1722) dan mencapai popularitasnya pada masa periode Qianlong (1736 - 1795) yang mana sang Kaisar terkenal akan kecintaannya pada tradisi minum teh dan benda seni yang berwarna meriah.

Zold - Tanggerang

Monday, November 14, 2016

PERANAKAN COOKED RICE SERVING BASKET










WAKUL NASI PERANAKAN CINA MOTIF BURUNG
Lacquer gincu dan hijau di atas rotan dan kayu jati
Awal abad 20, Jawa Tengah / Jogjakarta, Indonesia
Diameter 29,5 cm, tinggi 22 cm
Lis rotan bagian atas sudah menghilang dan sedikit-sedikit cuil / lecet yang lainnya
Relatif masih baik, terutama lacquer dan patinanya

Wakul Peranakan Cina yang terbentuk dari asimilasi budaya Cina dan Jawa.
Kemungkinan hanya dimiliki oleh Peranakan di Indonesia saja, sebuah kebanggan tersendiri untuk kita tentunya.

Benda yang terbuat dari rotan dan bambu biasanya relatif lebih rentan terhadap kerusakan, sedikit banyak ketidak sempurnaan kondisi untuk benda yang sangat tua kadang dapat diterima sebagai sebuah kewajaran.
Patinanya juga sudah terlihat indah, menunjukkan karakter sesuatu yang telah mengalami banyak sentuhan dan pemakaian, sebuah sidik jari perjalanan waktu.

Zold - Jakarta

Thursday, November 10, 2016

CHINESE SOAPSTONE FIGURE OF LI TIEGUAI












PATUNG DEWA LI TIE GUAI
Terbuat dari 'soapstone'
Qing Dinasty, abad 19, Cina
7,2 cm x 3,5 cm. Tinggi 4 cm
Relatif masih baik dan utuh, tinta warna hitam sudah memudar seperti umumnya untuk benda se-usia ini

Dewa Lie Ti Guai atau 'Li si Tongkat Besi' adalah salah satu anggota dari ' 8 Dewa ' dalam kepercayaan budaya Cina.
Berwujud seperti pengemis lusuh pincang yang selalu membawa buli-buli berisi obat mujarab untuk segala macam penyakit.

Relatif dibuat secara halus dan detail.
Anatomi, komposisi dan impresi menunjukkan pembuatnya mempunyai pemahaman artistik dan 'skill' yang mumpuni.

Zold - Jogja