MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.
Friday, June 23, 2017
VIETNAMESE EXPORT SILVER
BAKI PERAK BUNGA BAO XIANG
Perak solid kadar 900
Akhir abad 19 / awal abad 20, Vietnam
Marking 2 huruf Cina ' Da Fu ' dan T. 900
29,2 cm x 20,7 cm tinggi 6,8 cm
Berat 470 gram
Benda terpakai yang relatif masih baik
Perak seperti ini sering dipahami sebagai ' Chinese Export Silver ', tetapi sesungguhnya ini dibuat oleh komunitas etnis Cina di Vietnam Selatan.
Tidak terlalu jauh memang perbedaannya, karena identik dalam motif dan kualitas pengerjaan peraknya, ditambah marking yang menggunakan huruf Cina.
Benda yang dihasilkan daerah ini kemungkinan sebagian di-eksport ke kaum Peranakan di Asia Tenggara selain ke Eropa terutama Prancis diawal abad 20.
Kualitas pengerjaan perak oleh etnis Cina tidak diragukan lagi, baik yang ada di perantauan seperti di Vietnam ini ataupun di negara Asia Tenggara lainnya ( Indonesia, Singapura dll ).
Baki ini dibuat dengan tingkat keahlian yang tinggi, terdapat motif bunga Bao Xiang dengan untaian bunga prunus dan serangga.
Bunga Bao Xiang adalah ratu dari segala bunga, bunga imajinatif yang terbentuk dari perpaduan bunga lotus, peony, krisan, buah delima dan lainnya,,merupakan simbol keagungan dan puncak keindahan.
1 buah baki :
Zold - Jakarta
Tuesday, June 20, 2017
CHINESE FAMILLE ROSE CRICKET BOWL
1 BUAH MANGKOK LUKIS BUNGA & JANGKRIK
Porselen lukis enamel diatas glasir
Akhir abad 19 / awal abad 20, Jingdezhen, Jiangxi, Cina
Marking ' Da Qing Guangxu Nian Zhi ' ( 1875 - 1908 )
Diameter 16,2 cm tinggi 6,2 cm
Ada 2 lecet / cip kecil, ada 2 hairline sangat tipis tembus memanjang 3 - 4 cm, salah satunya ada cip yang ditambal.
Mangkok ini termasuk dalam kriteria Nyonya Ware, terlihat dari tipe marking yang dipergunakan dan motif dekorasinya.
Marking bentuk seperti ini adalah salah satu dari 4 - 5 tipe marking Guangxu yang cenderung ditemukan pada benda porselen Peranakan Cina di Asia Tenggara, sedikit berbeda dengan umumnya.
Motif serangga Jangkrik dan belalang yang memakan daun diantara bunga juga menjadi ciri lain dari keramik Peranakan, selain motif burung Hong dengan bunga atau buah.
Sama seperti semua objek dekorasi porselen Cina, semua mempunyai magna / simbolisasi. Jangkrik diasosiasikan dengan musim semi dan musim panas, yang namanya dalam bahasa Cina : Xishuai, identik dengan kata 'kebahagian / Xi '. Menjadi salah satu serangga yang dikagumi oleh masyarakat Cina dalam hal kemampuan bertarung dan 'bernyanyi' .
Mangkok yang bertema utama serangga dan bunga ini terdapat jangkrik, belalang, sejenis wereng dan kupu-kupu. Bunga utamanya adalah peony, lotus, begonia / camellia (?) dan prunus,,disekitar bunga utama terdapat daun bambu, gandum, buah apricot, prunus dan lily.
Lukisan dibuat dengan tingkat kehalusan dan detail yang baik, berbeda dengan umumnya motif serupa atau bunga 'four season' yang hadir kemudian diawal abad 20.
Sebagai pembanding tingkat kehalusan pembuatan dapat dilihat disini dan ini
1 buah mangkok :
Zold - Jakarta
Tuesday, June 13, 2017
BLUE & WHITE ' FU LU SHOU ' PAINTED PORCELAIN SPOONS
7 SENDOK BEBEK MOTIF ' FU LU SHOU '
Porselen lukis biru dibawah glasir
1900 - 1930an, Chaozhou, Guangdong, Cina
Marking timbul δΈƒ ( Qi / 7 ? )
Panjang sekitar 13,9 cm lebar 5 cm
Masih baik dan utuh
7 sendok :
Zold - Jakarta
CHINESE PAINTED TEAPOT & CUPS
1 SET TEKO LUKIS
1 SET TEKO LUKIS ERA CINA REPUBLIK
Porselen lukis enamel diaras glasir
1924 - 1935, Jiujang, Jiangxi, Cina
Baki : 16,4 cm x 13,3 cm tinggi 1,8 cm
Teko : 6 cm x 10 cm tinggi 9 cm
Cawan : diameter 5,1 cm tinggi 4,3 cm
Ada 1 hairline tipis pada tutup teko, relatif masih baik
Memiliki ciri tanah dan hiasan lukis yang umumnya berasal dari tungku keramik daerah Jiujang, propinsi Jiangxi.
Pada tulisan yang terdapat di baki dan badan teko terbaca tahun 24 bulan 9. Ini biasanya menunjukkan tahun pembuatannya, 1924 bulan 9.
Tetapi karena benda ini diproduksi pada era Republik, yang memulai perhitungan tahunnya dari 1911 ( 1912 adalah tahun pertama era Republik ), ada kemungkinan tahun 24 dihitung mulai dari sini. Jadi 1911 + 24 = tahun 1935 bulan 9.
Secara tekstur dan dasar keramik memang lebih cenderung untuk menilainya dari tahun pembuatan 1924. Juga cawan yang berbentuk horseshoes ( seperti kuku kuda jika di balik ) lebih cenderung dibuat pada tahun era Qing hingga 1920an.
Walau sepintas terlihat sederhana, set teko ini adalah unik dan berkarakter. Mempunyai ukuran yang lebih kecil dari umumnya teko sejenis, berbentuk buah peach pada tombol tutup dan dilengkapi dengan baki gelombang medallion serta 2 cawan horseshoes yang tidak terlalu sering dijumpai.
1 set :
Zold - KL
Subscribe to:
Posts (Atom)