MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Monday, September 17, 2018

A PAIR OF CHINESE TRADITIONAL HAIR SLIDES # IV









SEPASANG HIASAN RAMBUT CINA PERANAKAN
Logam putih sejenis alpaka
Awal abad 20, Guangdong, Cina
Marking huruf Hanji 'Wen Yin'
9,5 cm x 2,9 cm dan 12,5 cm x 3,7 cm
Berat 33 gram
Benda terpakai yang masih baik

Hiasan rambut tradisional yang umumnya dipakai para perempuan dari daerah Cina Selatan, salah satu etnis yang banyak hijrah ke Asia Tenggara bertransformasi menjadi kaum Peranakan.
Walau bermarking 'Wen Yin' yang kira-kira berarti 'Perak Murni', benda ini terbuat dari sejenis logam putih dengan kandungan perak yang rendah sekali.
Hal yang umum terjadi pada produk dari Cina dan Asia ketika 'kesepakatan' pencantuman 'kemurnian perak' tidaklah seketat produk Eropa. Tulisan marking lebih bersifat longgar tidak formal, lebih seperti kebiasaan umum memberi tanda produk mereka dengan tulisan 'Perak' atau nama perusahaan pembuat.

Zold - Batam

Wednesday, September 12, 2018

SET OF PERANAKAN SILVER PILLOW & BOLSTER ENDS #II









2 PASANG TUTUP BANTAL & GULING PERAK PERANAKAN
Perak kadar baik
Awal abad 20, Jawa Tengah, Indonesia
Tutup bantal : 18,5 cm x 7,5 cm
Tutup guling : 9,5 cm x 9,5 cm
Berat total 122 gram
Benda terpakai yang relatif masih baik

Zold - Bekasi

Tuesday, September 11, 2018

STRAITS CHINESE ROPE TWIST SILVER BRACELET









GELANG TALI TAMBANG PERAK CINA PERANAKAN
Perak kadar baik
Akhir abad 19 - awal abad 20, Jawa Tengah, Indonesia
Diameter 6,5 cm
Berat 45 gram
Benda terpakai yang masih baik

Terbentuk dari jalinan beberapa kawat perak yang diuntai menjadi satu.
Dalam buku 'Straits Chinese Collector's Guide' karya Ho Wing Meng disebutkan bentuk gelang seperti ini adalah salah satu yang terumit dan dikerjakan hanya oleh pengrajin perak Peranakan yang mempunyai keahlian mumpuni.

Gelang lilitan tambang seperti ini juga dijumpai pada perhiasan gelang Jawa & Melayu, tetapi terdapat perbedaan diantaranya.
Gelang Peranakan mempunyai bobot lebih berat karena terbuat dari bentuk padat, serta mempunyai ujung lempeng pengikat yang bertemu sejajar berhadapan dan mempunyai pengait hingga ujung lempeng bisa menyatu seperti gelang ini. Ada juga jenis yang lempeng kedua ujung gelang terbuka berhadapan dalam jarak tertentu (contoh pada ref. bawah).
Kadang terdapat marking huruf Cina nama toko / perusahaan pembuat dan umumnya perak dilapis emas / gilded (hampir semua lapisan emas gelang diatas telah memudar karena pemakaian & usia, terlihat jejaknya sedikit-sedikit).
Sedangkan gelang bentuk tali tambang tradisi Jawa / Melayu cenderung lebih ringan karena dalamnya yang berongga / tidak padat, juga kedua ujung gelang tidak bertemu sejajar tetapi saling 'over lap' melewati satu sama lain.

Benda-benda perhiasan milik Peranakan seperti ini sering kurang diapresiasi dan luput dari pembahasan pemerhati budaya Peranakan di Indonesia (berbeda dengan negara lain), padahal elemen-elemen seperti ini adalah bagian penting melihat selera dan gaya fashion Peranakan pada jaman dulu, sangat dibutuhkan untuk memahami tradisi Cina Peranakan secara utuh.

Ref. & contoh gelang Peranakan jenis 'tali untir', foto diambil dari buku 'Straits Chinese Silver' - A Collector's Guide, karya Ho Ming Weng, terbitan Times Edition, 1984

1 gelang :
Zold - Jakarta

STRAITS CHINESE GILDED SILVER HAIRPIN #III










1 BUAH TUSUK KONDE PERAK PERANAKAN
Perak lapis emas
Akhir abad 19, Cina Selatan
Marking huruf Hanji, sulit terbaca / kabur
Lebar 1,6 cm, tinggi 9,5 cm
Berat 11 gram
Beberapa bagian gild / lapis emas sedikit memudar, relatif masih baik

Bermotif mekaran bunga Prunus, motif yang mudah dikenali dari bentuk bunganya yg biasanya mempunyai kelopak berjumlah 5 buah. Diantara banyak magna yang terkandung, motif ini sering diasosiasikan sebagai simbol kecantikan wanita dan keceriaan.
Motif lain dr benda ini adalah salah satu dari '8 Simbol Keberuntungan Buddha' yaitu 'Simpul Tampa Ujung / Endless Knot', yang menggambarkan perputaran dunia / alam antara masa lalu, sekarang dan masa depan yang saling kait mengait dan berputar tiada henti tiada berujung. Simpul tama awal dan akhir ini juga melambangkan pengetahuan & kebijaksanaan Budha yang tiada terbatas.

Bentuk tusuk rambut seperti ini adalah khas daerah Cina Selatan seperti Guangdong, Fujian atau Hainan yang memang adalah daerah asal mayoritas Cina Peranakan di Indonesia. Hubungan perdagangan daerah ini dengan Peranakan Asia Tenggara sudah terjalin berabad-abad silam.

Benda seperti ini umumnya dipesan untuk kaum Peranakan Cina yang pada waktu itu gaya penataan rambutnya masih seperti perempuan-perempuan di daerah Cina Selatan, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan bentuk didaerah asalnya, hanya pada motif ukirannya cenderung lebih didominasi oleh bunga 4 musim dan sulur, simbol-simbol filosofis Cina kadang hadir diantaranya.

Bentuk serupa dari emas juga ditemukan di pesisir utara Jawa yang kini sudah menjadi koleksi Asian Civilisation Museum di Singapura, sumbangan dari Mr. Edmond Chin, kolektor dan designer perhiasan yang juga donatur utama museum.

Contoh penggunaan penghias rambut jenis ini terekam dalam sebuah kartu pos yang dengan visual gadis kecil Peranakan Cina di Vietnam, dicetak oleh G. Taupin et Cie, Hanoi pada kisaran tahun 1905.

1 buah perhiasan rambut :
Zold - Batam

STRAITS CHINESE GILDED HAIR ORNAMENTS










SEPASANG HIASAN RAMBUT PERAK PERANAKAN
Perak lapis emas
Akhir abad 19 / awal abad 20, Cina
3,8 cm x 0,6 cm, tinggi 3,5 cm
Berat 7 gram
Benda terpakai yang masih baik

Penghias rambut bermotif bunga peony dan ikan.
Ikan adalah salah satu simbol Cina tertua yang melambangkan kemakmuran dan kekaya-an, seringkali ikan yang tampil adalah jenis 'ikan mas' / carp seperti pada motif penghias gelungan rambut ini.

Zold - Batam