MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Sunday, July 14, 2019

PERANAKAN CHINESE WOODEN TRAY III













2 BUAH DULANG PERANAKAN
Lacquer merah (gincu), coklat & hijau pada kayu jati
Akhir abad 19 atw awal abad 2o, Jawa Tengah, Indonesia
Diameter 63 cm x 3,2 cm & dmtr 55,5 cm x 3,2 cm
Ada lecet sedikit-sedikit, relatif masih baik.
Dulang warna hijau mempunyai lacquer menumpuk, bagian teratas (hijau) dapat dihilangkan untuk menampakkan lacquwe coklatnya jika mau, tetapi lebih baik kondisi spt ini karena warna hijau cukup jarang dijumpai.

Dulang peranakan seperti ini umumnya dibuat secara manual tampa alat bubut dan pasah / serutan kayu, tetapi menggunakan 'petel', sejenis cangkul kecil untuk meratakan permukaan kayu.
Tehnis tinggi dibutuhka tukang kayu Peranakan untuk menghasilkan benda dengan tingkatan presisi dan kehalusan yang baik, perbedaan ini cukup signifikan jika dibandingkan dulang sejenis yang bukan Peranakan.

1 dulang / baki merah coklat
Zold - Bks

1 dulang warna hijau
Zold - Btm

Sunday, July 7, 2019

STRAITS CHINESE SILVER BELT BUCKLE - QILIN PATTERN III














SABUK PERAK PERANAKAN MOTIF QILIN III
Perak kadar baik, 700 - 800 %
Akhir abad 19, Jawa, Indonesia
Kepala sabuk : 9 cm x 8,3 cm
Badan sabuk : 4,3 cm x 65,5 cm
Berat total sekitar 191 gram
Ada 1 panel berbeda bermotif burung Hong, kondisi aslinya ketika didapat, kemungkinan penambahan panel untuk menyesuaikan perkembangan ukuran tubuh pemilik lamanya.
Ada perbaikan lama sedikit-sedikit dan 3 buah panel yang sudah terlepas / patah, tetapi tidak mengurangi kekuatan bendanya.

Kepala sabuk bermotif Qilin dan bunga timbul dengan bentuk yang tidak terlalu umum dijumpai pada kepala sabuk Peranakan. Motif Qilin menghadap kemuka bukan menengok kesamping mengingatkan formasi Qilin yang biasanya dijumpai pada sulaman kain Tokwi.

1 buah sabuk :
Zold - Bks

Saturday, July 6, 2019

STRAITS CHINESE LACQUERED WEDDING BASKET
















TENONG ROTAN PERANAKAN
Lacquer hitam dan prada diatas anyaman rotan bambu
Akhir abad 19 / awal abad 20, Fujian, Cina untuk Peranakan Asia Tenggara
Diameter 23 cm,lebar 26 cm, tinggi 34 cm
Ada aus, lecet dan pudar sedikit-sedikit, relatif masih sangat baik

Tenong anyaman rotan yang dilapisi lacquer tebal pada seluruh permukaannya seperti ini selain multi fungsi juga dipergunakan sebagai wadah pembawa 'hadiah' dalam upacara lamaran perkawinan kaum Peranakan.

Mayoritas tenong sejenis berwarna hitam, merah dengan dekorasi lukisan prada, sedangkan yang berwarna hanya hitam dan prada seperti ini jauh lebih sedikit dijumpai, kemungkinan selain selera juga untuk menunjukan perbedaan status sosial antara yang satu dengan yang lain.

1 buah tenong :
Zold - Bks

Monday, July 1, 2019

STRAITS CHINESE WOODEN ALTAR OFFERING BOX / CHANAB

















KOTAK 'MANISAN PECI' PERANAKAN
Lacquer hitam, gincu dan prada diatas kayu
Akhir abad 19, buatan Guangdong (Kwantung), Cina untuk Peranakan Asia Tenggara
35 cm x 15,5 cm. Tinggi 26,5 (tertutup) menjadi 41,5 cm (terbuka / digunakan)
Ada 1 cuil kecil yg ditambal, ada ukiran sudut yang telah hilang, piring penancap 'lidi manisan' timah pada bagian atas sudah tidak ada dan lecet sedikit-sedikit.
Relatif masih sangat baik terutama untuk kondisi lacquer dan gilding pradanya.

Untuk kita di Jawa Indonesia terbiasa menyebut kotak 'manisan' segi 6 seperti ini dengan nama 'Manisan Peci' karena mempunyai tutup hitam yang mirip dengan topi peci. Kadang disebut juga 'Manisan 8 Dewa' karena mempunyai ukiran figur 8 Dewa, walau tidak melulu seperti itu, lukisan dan ukiran pada 'manisan' seperti ini malah mayoritas berisi fragmen-fragmen penting dari cerita klasik negeri Tiongkok, seperti kisah peperangan Sam Kok, Hong Sin atau kisah-kisah / petuah legendaris lainnya.

'Manisan' hanya dipergunakan di atas meja altar pada moment / acara spesial saja, seperti tahun baru Imlek, perkawinan, ulang tahun atau hari perayaaan besar lainnya. Ketika tidak dipergunakan, kotak penutup dikembalikan pada posisinya, melindungi ukiran bagian atas tempat menaruh 'persembahan'.

Secara garis besar 'Manisan segi 6' mempunyai 3 ukuran, terkecil dengan rentang 30an cm, medium 34 - 34 cm dan terbesar berukuran sekitar 40an cm, semakin besar ukiran semakin detail dan kompleks.

Wadah untuk menaruh persembahan dibagian teratas mempunyai 2 jenis bentuk yang berbeda antara satu kotak manisan dengan kotak lainnya.
Yang pertama ada yang berupa wadah timah / pewter dengan tiang penancap - dipergunakan untuk jenis manisan buah yang penyajiannya ditusuk dengan lidi / bambu.
Satu lagi berupa piring kayu segi 6 yg berpenyekat untuk memisahkan jenis manisan buah yang satu dengan yang lain -umumnya hadir pada kotak manisan yang berukuran besar.

1 buah kotak ;
Zold - Batam