MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Sunday, July 17, 2016

COMIC BOOK ' SIH DJIN KOEI TJING SEE '






















KOMIK SIH DJIN KOEI TJING SEE
Terbitan Toko Buku Liong, Semarang, Indonesia
Karya Kam Seng Kioe dan Be Thong Ling
Cetakan pertama 1954 - 1955
16cm x 22cm, 20 halaman per buku, total 179 halaman, 758 kotak gambar
Jilid 1 - 9. Tamat
Ada noda, cuil, gripis sedikit - sedikit
Relatif masih baik, kondisi benda kolektor

Buku-buku terbitan Liong menjadi bagian penting dalam wacana sejarah komik Indonesia. Beberapa buku terbitannya adalah karya monumental seperti Wiro anak rimba misalnya. Juga komik dagelan petruk gareng karya Indri Sudono menjadi komik lelucon Punakawan pertama yang hadir di dunia perkomikan Indonesia.

Tidak banyak yang kami ketahui tentang Be Thong Ling, beliau termasuk dalam jajaran para komikus Peranakan Cina yang menjadi pelopor hidupnya dunia komik di Indonesia. Etnis ini adalah pilar penting dalam penciptaan komik dan buku cerita silat Indonesia dari dulu hingga saat ini.

Sama seperti beberapa komikus Peranakan legendaris lainnya seperti Siau Tik Kwie dan Kwik Ing Hoo, mereka hanya mempunyai beberapa (sedikit) karya komik saja sepanjang perjalanan hidupnya.
Komik ini mempunyai keistimewaannya tersendiri, selain goresan gambar yang baik juga pembagian bidang halamannya sangat inovatif, bidang geometrik dengan unsur oriental, bentuk pembagian yang jarang dijumpai dalam dunia komik manapun.

Kam Seng Kioe dalam komik ini berperan sebagai penyusun dan perencana pembuatan. Beliau adalah tokoh intelektual Peranakan yang banyak membuat buku tentang adat istiadat Peranakan Cina di Indonesia.
Beberapa bukunya seperti 'Sam Po' membahas kebiasaan Peranakan dan info sejarah kota Semarang, juga buku masakan Peranakan dalam judul ' Masakan Tionghoa Asli '. Kebanyakan buku beliau diterbitkan oleh TB Liong, Semarang.

Zold - Jakarta

Thursday, July 7, 2016

STRAITS CHINESE COMIC BOOK 'SEE YOE'

















10 BUKU KOMIK PERANAKAN ' SEE YOE '
Terbitan Toko Buku LIONG, Semarang, Indonesia
Karya anonim
Cetakan pertama 1954
15,5cm x 22cm, Jilid 1 ( 20 halaman ) Jilid 2 - 10 ( 24 halaman )
No. 1 sampai 10, belum tamat ( kemungkinan hanya terbit 10 jilid )
Ada noda, cuil, lubang dan gripis sedikit-sedikit
Pada buku jilid 1 cover muka ada lecet aus
Staples sudah rapuh, halaman mudah lepas seperti umumnya komik se-usia ini
Relatif masih baik, kondisi benda kolektor

Salah satu judul komik yang lumayan jarang ditemui, mengenai kisah petualangan klasik dari si kera batu sakti Sun Go Kong dan para sahabatnya.
Komik ini tidak dicantumkan nama pembuatnya, dan nampaknya dibuat secara 'keroyokan' oleh beberapa orang, hal yang umum terjadi pada buku komik di masa itu.
Komik dibuat berdasarkan cerita dari negeri Tiongkok, tetapi bukan saduran / terjemahan.

Penerbit Liong adalah salah satu penerbit yang banyak mengeluarkan buku tentang hal-hal yang berkaitan dengan budaya Cina Peranakan.
Buku kammik ( komik ) nya sebagian besar bersumber dari cerita klasik negeri Cina, walau beberapa juga berdasarkan karakter budaya Jawa ( dagelan Petruk - Gareng ).

Zold - Jakarta

Friday, June 24, 2016

DUTCH COLONIAL GOLD & SILVER CURTAIN HOOKS











GANTUNGAN KELAMBU KOLONIAL BELANDA
Perak kadar baik (800 - 925) dan emas kadar sekitar 80 % / 20 karat
Abad 19, Jawa, Indonesia
22,5cm x 9,5cm
Berat perak sekitar 354 gram
Berat emas sekitar 18,9 gram
Kondisi baik

Bentuk gantungan kelambu ini mempunyai karakter yang berbeda dengan bentuk untuk kalangan Cina Peranakan pada umumnya,
Jika sebagian besar gantungan kelambu Peranakan lebih cenderung dinamis, gantungan tipe ini lebih struktural.
Pembagian bidang mirip-mirip dengan desain lambang resmi kenegaraan / coat of arm di Eropa.
Biasanya selalu mempunyai center membulat mirip tameng yang dikelilingi oleh ornament penghias.

Pada tipe ini, motif dengan pengaruh Eropa biasanya diterjemahkan dalam bentuk bunga dan tanaman, mahkota, tanda salib dan unsur-unsur Eropa lainnya. Desain juga kadang tampil dalam aliran Art Nouveau dan Victorian. Selain perak dan emas, intan dan batu mulia juga kadang hadir sebagai bahan pembuatan.

Di yakini bentuk seperti ini banyak di peruntukkan bagi kalangan Peranakan Eropa atau Eropa murni di pulau Jawa. Penggunaan kelambu dalam keseharian untuk menahan gigitan nyamuk, mau tidak mau harus dilakukan oleh orang Eropa di negara jajahannya yang beriklim tropis.
Walau tidak menutup kemungkinan bentuk ini juga dipergunakan oleh kalangan Peranakan Cina, terutama yang mempunyai 'taste' kebarat-baratan.

Penggunaan bahan terbaik, bentuk yang kokoh ( ketebalan perak hingga 2 mm lebih ) dan terutama pemilihan desain yang simpel tapi sangat elegan menunjukkan status dan karakter pemilik / pemesan awalnya.
Benda ini juga dipercaya mempunyai usia yang lebih uzur dari rata-rata gantungan kelambu umumnya,

Zold - Jakarta