MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Tuesday, June 20, 2017

CHINESE FAMILLE ROSE CRICKET BOWL















1 BUAH MANGKOK LUKIS BUNGA & JANGKRIK
Porselen lukis enamel diatas glasir
Akhir abad 19 / awal abad 20, Jingdezhen, Jiangxi, Cina
Marking ' Da Qing Guangxu Nian Zhi ' ( 1875 - 1908 )
Diameter 16,2 cm tinggi 6,2 cm
Ada 2 lecet / cip kecil, ada 2 hairline sangat tipis tembus memanjang 3 - 4 cm, salah satunya ada cip yang ditambal.

Mangkok ini termasuk dalam kriteria Nyonya Ware, terlihat dari tipe marking yang dipergunakan dan motif dekorasinya.
Marking bentuk seperti ini adalah salah satu dari 4 - 5 tipe marking Guangxu yang cenderung ditemukan pada benda porselen Peranakan Cina di Asia Tenggara, sedikit berbeda dengan umumnya.
Motif serangga Jangkrik dan belalang yang memakan daun diantara bunga juga menjadi ciri lain dari keramik Peranakan, selain motif burung Hong dengan bunga atau buah.

Sama seperti semua objek dekorasi porselen Cina, semua mempunyai magna / simbolisasi. Jangkrik diasosiasikan dengan musim semi dan musim panas, yang namanya dalam bahasa Cina : Xishuai, identik dengan kata 'kebahagian / Xi '. Menjadi salah satu serangga yang dikagumi oleh masyarakat Cina dalam hal kemampuan bertarung dan 'bernyanyi' .

Mangkok yang bertema utama serangga dan bunga ini terdapat jangkrik, belalang, sejenis wereng dan kupu-kupu. Bunga utamanya adalah peony, lotus, begonia / camellia (?) dan prunus,,disekitar bunga utama terdapat daun bambu, gandum, buah apricot, prunus dan lily.
Lukisan dibuat dengan tingkat kehalusan dan detail yang baik, berbeda dengan umumnya motif serupa atau bunga 'four season' yang hadir kemudian diawal abad 20.
Sebagai pembanding tingkat kehalusan pembuatan dapat dilihat disini dan ini

1 buah mangkok :
Zold - Jakarta

Tuesday, June 13, 2017

BLUE & WHITE ' FU LU SHOU ' PAINTED PORCELAIN SPOONS










7 SENDOK BEBEK MOTIF ' FU LU SHOU '
Porselen lukis biru dibawah glasir
1900 - 1930an, Chaozhou, Guangdong, Cina
Marking timbul δΈƒ ( Qi / 7 ? )
Panjang sekitar 13,9 cm lebar 5 cm
Masih baik dan utuh

7 sendok :
Zold - Jakarta

CHINESE PAINTED TEAPOT & CUPS

















1 SET TEKO LUKIS
1 SET TEKO LUKIS ERA CINA REPUBLIK
Porselen lukis enamel diaras glasir
1924 - 1935, Jiujang, Jiangxi, Cina
Baki : 16,4 cm x 13,3 cm tinggi 1,8 cm
Teko : 6 cm x 10 cm tinggi 9 cm
Cawan : diameter 5,1 cm tinggi 4,3 cm
Ada 1 hairline tipis pada tutup teko, relatif masih baik

Memiliki ciri tanah dan hiasan lukis yang umumnya berasal dari tungku keramik daerah Jiujang, propinsi Jiangxi.
Pada tulisan yang terdapat di baki dan badan teko terbaca tahun 24 bulan 9. Ini biasanya menunjukkan tahun pembuatannya, 1924 bulan 9.
Tetapi karena benda ini diproduksi pada era Republik, yang memulai perhitungan tahunnya dari 1911 ( 1912 adalah tahun pertama era Republik ), ada kemungkinan tahun 24 dihitung mulai dari sini. Jadi 1911 + 24 = tahun 1935 bulan 9.

Secara tekstur dan dasar keramik memang lebih cenderung untuk menilainya dari tahun pembuatan 1924. Juga cawan yang berbentuk horseshoes ( seperti kuku kuda jika di balik ) lebih cenderung dibuat pada tahun era Qing hingga 1920an.

Walau sepintas terlihat sederhana, set teko ini adalah unik dan berkarakter. Mempunyai ukuran yang lebih kecil dari umumnya teko sejenis, berbentuk buah peach pada tombol tutup dan dilengkapi dengan baki gelombang medallion serta 2 cawan horseshoes yang tidak terlalu sering dijumpai.

1 set :
Zold - KL

Sunday, June 11, 2017

CHINESE SHIWAN GREEN GLAZED JARDINIERE











GAMCING GLASIR HIJAU SHIWAN
Keramik 'stoneware' molding dengan warna hijau dibawah glasir
Akhir abad 19 / awal abad 20, Shiwan, Guandong, Cina
Diameter sekitar 22 cm, tinggi sekitar 21 cm
Benda terpakai, ada beberapa flaw / cacat pembakaran, ada 2 cip dibawah tutup dan lecet glasir sedikit-sedikit, wajar pada umumnya tipe keramik ini.
Relatif masih baik dan utuh

Sering di istilahkan secara keliru sebagai keramik Siam ( Thailand ), tetapi mungkin itu kebiasaan orang antik jaman dulu, menganggap keramik yang kualitasnya tidak setingkat porselen adalah buatan diluar Cina. Padahal daerah yang lebih potensial untuk mirip dengan keramik Shiwan adalah Vietnam.
Pada abad 19 sebagian pembuat keramik dari Shiwan Guandong menetap di Saigon dan meneruskan tradisi membuat keramik Shiwan dari negara ini. Di era awal sangat sulit membedakan antara ke-duanya, hingga di akhir abad 19 baru lebih jelas perbedaannya karena masuknya unsur dan ornament dengan karakter yang lebih 'Vietnam' didalamnya.

Memang menjadi karakter keramik Shiwan, daerah ini dikenal bukan pada kualitas pembakaran dan keindahan lukisan keramiknya. Tetapi daerah ini amat menonjol pada pewarnaan glasir dan bentuk wujud pada keramiknya.
Glasir terindah dan ter-rumit dikuasai oleh mereka, begitu juga bentuk relief dan figur / patung dari keramik, Shiwan adalah 'master' nya.
Secara ringan, kita bisa membagi daerah tungku pembuat keramik Cina berdasarkan popularitasnya di mata orang awam, Jingdezhen terkenal akan kualitas porselennya, Yixing dengan teko terakotanya dan Shiwan untuk warna glasir + bentuk figur / patungnya.

Kami menganggap guci bermulut lebar & bertutup ini adalah sebagai gamcing. Secara bentuk, ukuran dan proporsi adalah identik dengan gamcing umumnya, begitu juga fungsinya.
Guci hijau Shiwan berbentuk gamcing kemungkinan hanya beredar dikalangan peranakan Asia Tenggara, yang punya kecendrungan menyukai bentuk ini sebagai perlengkapan dapurnya.
Berbeda dengan saudara kandungnya yang berbentuk segi enam dan bertutup, atau yang biasa di namakan guci tempat jahe / ginger jar, bentuk ini tersebar lebih merata, selain Asia di eksport juga hingga Eropa dan Amerika.

Kelemahan dari keramik pakai sehari-hari yang mempunyai fungsi 'buka tutup' terletak pada cover / tutupnya. Tingkat mobilisasi yang tinggi selama puluhan tahun pemakaian membuatnya rentan untuk 'celaka'.
Hanya butuh sekian detik untuk membuat si 'tutup' berpisah selamanya dengan 'badan' pasangan hidup, yang sudah menemaninya melalui puluhan ribu hari pengabdian.
Kemungkinan sekitar 70 % - 80 % guci sejenis ini sudah kehilangan penutup, terutama tipe Shiwan yang sedikit lebih rentan di banding keramik buatan Cina lainnya. Kini hal ini sudah lebih dapat diterima sebagai kewajaran, hingga tidak mengurangi apresiasi, walau berbeda nominal tentunya.

Pada atas tutup dan pinggir guci yang dihiasi lambang ruyi, gamcing ini mempunyai motif utama berupa se-ekor naga yang merepresentasikan kedudukan tertinggi dari semua hewan di muka bumi ( kadang sebagai idiom kekaisaran ), sepasang kijang dibawah pohon sebagai perlindungan dan panjang umur, juga se-ekor ayam jago sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran hidup.

1 buah keramik Shiwan ini :
Zold - Bekasi