MENCOBA MENGHADIRKAN KEBERADAAN BENDA-BENDA YANG BERHUBUNGAN DENGAN TATA CARA KEHIDUPAN DAN BUDAYA CINA PERANAKAN DI INDONESIA PADA JAMAN DULU SECARA BEBAS DAN SUBYEKTIF.

Monday, June 18, 2018

JAVA CRITIC MAGAZINE











MAJALAH 'JAVA CRITIC'
No.2, 10 November 1948
Terbitan N.V. Hoakiao, Batavia
18,5 cm x 13,5 cm
Total 58 halaman
Ada noda, lecet sedikit-sedikit, masih baik

Majalah umum dan politik untuk kalangan Hoakiao di Indonesia.
Hoakiao yaitu perantauan dari Cina atau Peranakan Cina.
Isinya cenderung berbau politis tentang persaudaraan dan patriotisme dengan kiblat ke negara Tiongkok.
Selain politik majalah ini juga berisi artikel tentang humanisme Dr. Kwa Tjwan Sioe pendiri Poliklinik Jang Seng Ie atau yang sekarang dikenal sebagai Rumah Sakit Husada. Juga artikel menarik unik tentang bahasa Melayu Pasar, fakta air susu tetek ibu dan perkakas dari baja bekas pesawat tempur Jepang.

Pemimpin redaksi majalah ini adalah Kwee Kek Beng (1903 - 1975), seorang wartawan kawakan Peranakan Cina yang lahir di Batavia, mempunyai nama pena lain Garem atau Thio Boen Hok.
Pernah menjadi pemimpin redaksi harian Sin Po dari 1925 hingga 1947, selain tulisannya yang berbau politik, beliau juga banyak menulis tentang sejarah, budaya dan perjalanan Peranakan Cina di Indonesia.

Pada akhir tahun 1947, beliau membantu menyusun Memorandum Chung Hua Chung Hui yaitu laporan tentang penindasan dan penganiayaan terhadap etnis Cina oleh Tentara Repubrik Indonesia ketika berlangsung revolusi melawan Belanda, laporan ini dikirim ke komisi hak asasi manusia PBB.
Dalam majalah ini permasalahan tersebut sedikit tersirat dalam salah satu artikelnya yang berjudul 'Nasib Yahoedi Sebagai Katja Hikajat'
Ref. 'Tionghoa Dalam Pusaran Politik' oleh Benny G. Setiono, hal. 413

Zold - Bekasi

No comments:

Post a Comment